div style="position: fixed; bottom: 0px; right: 20px;width:82px;height:160px;">
Widget-Animasi
- See more at: http://www.komputerseo.com/2010/12/cara-memasang-gambar-animasi-lucu-di.html#sthash.vSClboV3.dpuf

Selasa, 06 September 2011

Kecelakaan Saipul Jamil Ingatkan Kita agar Berkendara Selamat

SaipulJamil 460x309 Kecelakaan Saipul Jamil Ingatkan Kita agar Berkendara SelamatJAKARTA (DP) � Kecelakaan yang menimpa pedangdut Saipul Jamil di jalan tol Cipularang dari arah Bandung menuju Jakarta menyadarkan kita akan pentingnya berkendara dengan selamat.
Akibat kecelakaan di km 97 tersebut merenggut satu korban jiwa, sang istri Virginia Anggareini. Jalan tol Cipularang dengan kontur naik-turun mengharuskan setiap pengemudi harus tetap waspada.
Menurut pandangan seorang pakar safety driving, Didi Hardianto, saat dihubungi Dapurpacu.com mengungkapkan faktor human eror lebih menonjol dalam kasus ini.
Selain itu, kelebihan beban mobil menjadi penyebab tambahan, pula. Toyota Avanza yang dikemudikan Saipul Jamil mengangkut 10 penumpang, padahal idelanya adalah 6-7 penumpang.
"Saya berpendapat dengan kondisi jalanan yang menurun dan sedikit berkelok ditambah dengan  beban yang ditanggung mobil berdampak terhadap pengendalian mobil menjadi tidak sempurna oleh pengemudi," tutur instruktur Sentul Safety Driving.
"Jalanan yang menurun jelas akan menambah kecepatan mobil, ketika melakukan counter kepada kemudi akan berdampak daya dorong yang lebih kuat dan kapasitas penumpang yang berlebih membuat  stabilitas mobil tidak terjaga, akibatnya berdampak fatal," tambah peslalom senior ini.
"Kecepatannya saya nilai dalam kondisi standar sekitar 90 km/jam, jika kecepatannya cukup tinggi akibat yang ditimbulkan bisa lebih fatal lagi," tuturnya.
Didi menyarankan bagi para pengguna jalan tol Cipularang untuk lebih berhati-hati terutama dari arah Bandung ke Jakarta. Kondisi mobil harus prima dan skill mengemudi untuk melintas di tol seperti ini haruslah baik.
"Perhatikan dan patuhi rambu-rambu di sana seperti batas kecepatan maksimal dan minimal," cetusnya mengingatkan kita.   [dp/Wyu]

0 komentar:

Posting Komentar

Tolong komentar dengan sopan